Trigana Air Service - Saya jadi sempat teringat seorang teman saya semasa dulu saat berkuliah di jurusan teknik penerbangan pada sebuah sekolah tinggi swasta di Yogyakarta. Orangnya kecil dan pendek dan yang lainnya saya sudah lupa tentang bagaimana dia. Cuma seingat saya dia pernah mengambil training untuk ujian pembuatan licence (ijazah) A1 & A4 yang kira-kira dengan adanya ijazah tersebut, sang pemilik telah dianggap bahwa dia layak untuk melakukan perawatan pada pesawat udara secara umum terutama yang berhubungan dengan mesin pesawat dan struktur pesawat (airframe).
![]() |
| pesawat trigana air |
Beberapa waktu yang lalu
sempat saya lihat di status facebooknya. Di sana tertera bahwa dia bekerja di
sebuah maskapai swasta lokal yang bernama Trigana Air Service. Tampaknya ini
merupakan perusahaan penerbangan yang tidak bisa dikatakan besar. Berdasarkan
situs yang saya buka, saya mendapati bahwa perusahaan penyedia jasa
transportasi angkutan udara ini mengoperasikan 7 pesawat ATR 42, 3 buah ATR 72,
dan 3 buah boeing 737-200, serta 3 buah pesawat barang jenis boeing 737-300. ( lihat juga kantor sriwijaya air )
Namun kesuksesan sebuah
perusahaan penerbangan memang tidak bisa diukur semata-mata dari jumlah
armadanya, melainkan pemasukan yang didapat dalam tiap tahunnya. Selain biaya
operasional yang sangat maha, sebuah maskapai juga dituntut atau dibebani
dengan biaya perawatan yang tidak sedikit sehingga perlu langkah yang berkaitan
dengan efisiensi.
Artikel Terkait
